Perjuangan Akhir
Seperti yang aku katakan di awal peekenalan, aku akan membagikan pengalaman pertamaku yaitu peejuangan akhir. Kenapa aku memilih judul ini? Karena ketika mengalami pengalaman ini baru kali pertama aku merasakan bagaimana rasanya stres, benar-benar stres which is with big pressure dan rasanya sudah di puncak ingin benar-benar putus asa. Apa yang penyebab itu semua? Ia adalah......."TUGAS AKHIR (kalau S1 ya skripsi)". Yupp tugas akhir adalah persyaratan utama agar aku bisa lulus dan mendapatkan title pertamaku sebagai Ahli Madya (A.Md). Pada saat itu ya sekitar 1,5 tahun yang lalu tahun 2016, aku adalah mahasiswa tingkat akhir diploma III di salah satu perguruan tinggi di Malang jurusan Teknik. FYI, buat teman-teman yang bukan dari teknik, bukan meremehkan atau apa, tapi menurutku salah satu jurusan tersibuk memang teknik. Karena selain kita diwajibkan mengerjakan tugas-tugas kuliah yang setiap hari pasti ada, kita juga melakukan praktikum paling tidak 3 kali dalam seminggu dan seperti biasanya kalau sudah praktikum apa yang dikumpulkan? Yupp, laporan. Tiap minggu 3 laporan (minimal, bisa juga lebih) dan ditulis tangan without using ms. Word at all !!! Belum lagi tugas-tugas mata kuliah yang lain dan kegiatan organisasi (bagi yang aktif organisasi) dan juga tugas besar/akhir tiap akhir semester untuk setiap mata kuliah praktikum sebagai implementasi/pengaplikasian ilmu selama 1 semester yang ujung-ujungnya pasti membuat alat. Can you imagine it?. Ya memang seperti itu lah rutinitas (resiko) anak-anak teknik. Mungkin di awal semester ketika masih menjadi mahasiswa baru, kita sempet kaget dengan semua itu. Tapi dengan berjalannya waktu semua itu akan menjadi keseharian dan kebahagian tersendiri ketika berhasil menyelesaikan tiap tugas-tugas tersebut. Honestly, I miss it dengan suasana kesibukannya, suasana stresnya, suasana kebersamaan saat mengerjakan bareng dengan teman-teman yang lain. Itu menjadi kenangan terindah selama kuliah.
Back to the topic, aku mulai mengerjakan tugas akhir ini sekitar pertengahan bulan januari dimana judul sudah dipersiapkan dan disetujui oleh dosen pembimbing sebelum bulan januari tentunya. Sempat bingung, mulai mengerjakannya dari mana. Tapi kalau tidak segera dikerjakan dan bingung dengan hal tersebut malah membuang-buang waktu saja. Jadi aku memulainya dengan membuat desain alat, karena untuk diploma III itu memang diharuskan membuat alat tertentu yang sesuai dengan jurusan. Kemudian aku lanjutkan dengan pembelian alat dan bahan dan memulai pembuatan. Selama pembuatan alat ini, aku pernah gagal 1 kali dalam pembuatan mekanik alatnya karena kurang kuat ketika dicoba padahal itu sudah selesai mekaniknya sehingga mau tidam mau harus membuat ulang dari awal. Aku mengerjakan ini kurang lebih selama 5 bulan.
Dalam 5 bulan tersebut banyak masalah yang membuat aku stres, mulai dari permasalahan judul dimana judul yang disetujui sebelumnya tidak bisa diaplikasikan ke alat yang aku buat. Hal ini disebabkan karena spesifikasi kontroler utama tidak sesuai/memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan alatku alhasil gagal total ketika melakukan percobaan, jadi aku memutuskan untuk ganti judul saja (hanya kontroler utamanya saja yang diganti, tidak keseluruhan judul). Setelah beberapa hari mencari judul dan melakukan percobaan alat sebelumnya (memang untuk judul yang pertama belum pernah aku coba sebelumnya, jadinya gagal. Memang kesalahanku). Dan ternyata berhasil dan disetujui oleh dosen pembimbing. Permasalahan selanjutnya adalah suatu ketika melakukan percobaan entah itu karena desain yang salah atau komponennya, atau peletakan masing masing alat, pada saat itu terjadi short (hubung singkat) yang menyebabkan komponen yang ada di beberapa papan sirkuit rusak. Akhirnya aku buat ulang beberapa papan sirkuit yang rusak. FYI, dalam alat ini terdapat beberapa papan sirkuit yang terhubung untuk melakukan tugas tertentu agar alat bisa bekerja, dan masing-masing papan sirkuit tentunya terdiri dari beberapa komponen. Proses pembuat masing-masing papan sirkuit ini ada beberapa langkah yaitu membuat desain papannya dimana di desain tersebut terhubung beberapa komponen dan letak masing-masing komponen, lalu desain tersebut di print, hasil print desain kita setrika ke pcb (print circuit board) agar desain menempel ke pcb, kemudian membersihkan kertas yang menempel di pcb dengan air, melarutkan bagian tembaga pcb tersebut dengan HCl + H2O2 dengan perbandingan 1:2 atau menggunakan FeCl, setelah itu dibersihkan lagi dan di keringkan. Dilanjutkan dengan pengeboran kaki-kaki komponen lalu penyolderan komponen.
Permasalahan yang terakhir adalah listing program. Kenapa aku menggunakan listing program? Karena kontroler utama alatku adalah arduino uno. Sehingga untuk memberikan perintah adalah dengan menggunakan listing program. Aku sempat sangat bingung untuk masalah ini, karena salah satu kerja alatku tidak sesuai dengan apa yang diinginkan dan titik permasalahannya adalah ketika aku mencoba mengubah dengan beberapa cara ternyata tetap tidak bisa. Selama beberapa hari aku bergelut dengan permasalahan ini, bahkan aku meminta tolong teman sekelasku yang aku anggap sudah mahir dalam pembuatan listing program, tapi tetap saja tidak bisa. Bingung, marah, kesal, sedih, dan hampir putus asa, semua campur aduk jadi satu. Benar-benar jenuh rasanya saat itu ingin cepat menyelesaikan dan segera lulus. Yang membuatku semakin tertekan adalah ada beberapa temanku yang sudah sidang, deadline tugas akhirku sudah di depan mata dan ini merupakan kesempatan terakhirku lulus di semester ini (pada saat itu q mengikuti semester pendek karena aku tidak bisa menyelesaikan di semester genap), dan jika gagal di semester ini berarti aku telat lulus dan harus mengulang di semester selanjutnya yaitu semester ganjil, artinya aku harus mengeluarkan uang lagi yang tentunya menyulitkan orangtuaku (keluargaku bukan orang kaya, aku bisa kuliah saja sudah sangat beruntung). Semua itu yang ada dipikiranku saat itu, sangat sangat ingin putus asa. Karena percobaan alatku saat itu tetap tidak bisa, akhirnya aku memutuskan untuk istirahat sebentar dan duduk-duduk di depan teras kos an sambil memikirkan semua itu. Beberapa menit kemudian adzan maghrib berkumandang. Aku memutuskan untuk sholat berjamaah di masjid. Selama sholat maghrib, aku masih teringat dengan semua permasalahan yang aku alami sehingga air mata yang aku tahan sebelumnya menetes deras dengan sendirinya, aku menangis di hadapan Allah SWT, dihadapan penciptaku, Dzat yang Maha Besar, aku tumpahkan semua permasalahan itu kepada Allah SWT karena aku sudah berpikir untuk menyerah dan hanya DIA lah satu-satunya yang saat ini aku butuhkan dan dapat menolongku. Begitu nyaman dan tentram curhat kepada NYA. Sangat lega rasanya setelah aku melaksanakan sholat maghrib itu dan ku lanjutkan dengan membaca Alqur'an.
Keesokan harinya aku mencoba bertanya ke salah satu teman kelasku lagi, siapa tahu bisa membantuku. Dia menjawab kalau dia tidak ahli dalam permasalahan seperti itu tetapi dia ingin mengenalkan aku dengan temannya yang anak robot mungkin bisa membantu. Setelah beberapa hari aku meminta bantuannya, permasalahan tersebut terpecahkan. Dan apa yang menjadi permasalahannya? Ternyata hanya kurang "{}". Ya arduino uno memang sangat sensitif dengan hal yang sperti itu. Padahal ketika diupload ke alatku, tidak ada alert kesalahan sama sekali, jadi itu yang membuat kita bingung. Setelah ditambahkan {}, akhirnya alatku bisa berjalan sesuai dengan apa yang aku inginkan. Ya Allah Alhamdulillah, aku sangat sangat senang pada saat itu dan berterima kasih kepada Allah SWT dan tentunya kepada teman tim robotku itu.
Setelah bisa berjalan dengan baik, aku merekamnya dan menunjukkan hasil video percobaan tersebut kepada dosen pembimbingku untuk mengajukan sidang, dan alhamdulillah disetujui.
Benar-benar perjuangan akhir yang panjang, melelahkan, seru dan penuh kenangan. Dengan pengalaman itu semua aku akhirnya berhasil lulus dengan nilai yang baik dan mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Seberapa sulit, seberapa besar permasalahan/ujian yang Allah SWT berikan kepada kita pasti ada solusinya dan tentunya ujian tersebut bertujuan untuk memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga bagi kita. Allah SWT tidak akan menguji hamba NYA dengan permasalahan diluar batas kemampuan hamba NYa, karena Allah Maha Mengetahui. Asalkan kita tetap berusaha, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT. Niscaya Allah SWT akan selalu membantumu. Terbukti pada saat aku sudah ingin putus asa, Allah SWT tidak mengizinkannya dan membantuku dalam menemukan solusi dan menyelesaikannya.
Semoga pengalaman hidupku ini memberikan manfaat bagi pembaca semua. Amin.
Terima kasih sudah membaca coretan hidupku ini.
Komentar
Posting Komentar